Sulut, Sangihe – Kapolres Sangihe AKBP Tony Budhi Susetyo mengatakan segera meningkatkan pengamanan terhadap kegiatan masyarakat termasuk pelaksanaan ibadah di masjid dan gereja.
“Kami memperketat pengamanan terhadap kegiatan ibadah baik di gedung gereja maupun masjid,” kata Kapolres, Tony Susetyo di Tahuna, Senin.
Peningkatan pengamanan di wilayah Kepulauan Sangihe setelah ada peristiwa bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Minggu pagi.
“Selama ini jajaran Polres Sangihe selalu melakukan pengamanan terhadap kegiatan masyarakat termasuk di gedung ibadah. Namun dengan peristiwa bom di Makasar, pengamanannya lebih diperketat,” kata Kapolres.
Menghadapi perayaan hari besar umat Kristiani yaitu Jumat Agung dan Paskah, jajaran Polres Sangihe segera berkoordinasi dengan pihak gereja untuk pengamanan pelaksanaan ibadah.
“Kami segera berkoordinasi dengan semua pengurus gereja yang ada agar ditempatkan anggota Polisi saat pelaksanaan ibadah Jumat Agung serta Paskah,” kata Kapolres.
Pihaknya juga bekerja sama dengan tokoh masyarakat serta tokoh agama untuk bersama-sama dalam menciptakan situasi yang nyaman dan aman bagi masyarakat.
“Polres akan merapatkan barisan dengan lintas sektoral dan tokoh masyarakat serta tokoh agama untuk bersama-sama menjaga situasi yang nyaman di Sangihe,” kata dia.
Dia juga meminta masyarakat agar memberikan informasi kepada pihak keamanan apabila mengetahui ada hal-hal yang mencurigakan.
“Informasi dari masyarakat sangat kami butuhkan untuk mencegah hal-hal yang tidak dikehendaki terjadi,” kata Kapolres.
Kapolres juga mengajak semua tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk terus menjalin komunikasi dengan aparat keamanan terdekat.
“Pengamanan adalah tugas semua masyarakat sehingga komunikasi dan informasi harus tetap dibangun dengan aparat keamanan terdekat,” kata Kapolres.(*/cr6)
Sumber : manado.antaranews.com











Komentar