oleh

Wabup Bolmut Amin Lasena Buka Rapat Kordinasi TPID

Boroko, Siberindo.co – Wakil Bupati Bolmut Drs. Hi. Amin Lasena, MAP membuka rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tingkat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), berlangsung diruang rapat Bupati. Senin (19/10/2020).
inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue).
Inflasi berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain : konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.
Selain itu, ketidakstabilan ekonomi dan tingkat penjualan juga menimbulkan inflasi. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu.
Wakil Bupati mengatakan kepada seluruh peserta forum yang tergabung dalam TPID Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmut).
“Kehadiran kita saat ini merupakan wujud dari adanya komitmen yang kuat dari kita sekalian, untuk membangun sinergitas yang baik dalam upaya menjaga perekonomian daerah,”ungkap Lasena.
Rapat kordinasi TPID merupakan salah satu agenda pemerintah dalam rangka mengendalikan kebutuhan pokok masyarakat untuk menghindari jangan sampai terjadi inflasi.
“Harga barang tinggi dan bisa menyebabkan terjadi peningkatan kemiskinan karena ketidakberdayaan masyarakat dalam membeli bahan pokok,” ujarnya.
“Saat ini kita dihadapkan pada situasi pandemi Covid-19, dimana situasi ini tidak hanya menyebabkan krisis kesehatan global tapi juga menyeret ke bidang-bidang lainnya terutama bidang sosial dan ekonomi masyarakat umumnya mungkin banyak yang terfokus pada aspek kesehatan padahal adapula hal sangat penting untuk diperhatikan saat ini yaitu aspek kebutuhan pangan,” Wabup menambahkan.
Untuk itu inflasi diharapkan mampu dikendalikan agar dapat menjadi indikator keseimbangan sektor pangan. “Industri dan sebagainya. Dan ada empat hal yang menjadi entry point bagi pemerintah,”ujarnya.
Pertama TPID selain menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok juga harus memikirkan strategi yang mendukung pemulihan ekonomi daerah. Dengan menjaga kecukupan stok pangan sekaligus mengupayakan kelancaran distribusinya. “Kedua, mendukung industri rumah tangga dan UMKM agar dapat hidup kembali, faktanya industri rumah tangga dan UMKM menjadi basis dan garda terdepan pengendalian harga-harga kebutuhan pokok di masyarakat,” jelas Wabup
Ketiga ukuran keberhasilan TPID dari tinggi rendahnya inflasi. Akan tetapi yang paling penting adalah bagaimana TPID bersama seluruh pemangku kepentingan secara sinergis melakukan kegiatan untuk mendorong upaya pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat secara mandiri.
“Misalnya dengan menggalakkan pemanfaatan lahan-lahan pekarangan atau lahan kosong sebagai sumber untuk memperoleh bahan makanan pokok yang biasa dikonsumsi,” ungkapnya.
“Keempat stabilitas keamanan menjadi salah satu poin penting dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di daerah. Kondisi demikian perlu mendapat perhatian kita bersama. Sejalan dengan percepatan pembangunan daerah kedepan,” tambah Wabup. (/Gandhi Goma)

BACA JUGA:  Ratusan Satgas COVID-19 Tingkat Lingkungan Se-Kota Manado Dikukuhkan

Komentar

News Feed