oleh

Kontinuitas Ekspor Langsung Ke Jepang Dikawal Pemprov Sulut

Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara(Sulut) berkomitmen mengawal kontinuitas ekspor langsung dari daerah itu ke Jepang..

“Menjaga kontinuitas ‘direct call’ ekspor (ekspor langsung) dari Bandara Sam Ratulangi Manado ke Narita Jepang. maka berupaya menjadikan Sulut sebagai ‘Super hub” Indonesia bagian timur,”kata Gubernur Dondokambey di Manado, Senin.

Nilai ekspor langsung ekspor Sulut ke Jepang, kata Dondokambey terus meningkat, padahal saat dicanangkan pada September 2020 lalu, hanya sebanyak 12,2 ton komoditas perikanan dan pertanian Sulut diekspor ke negeri Sakura itu.

“”Berdasarkan data Kanwil DJBC Sulbagtara, selama Januari 2021 tercatat sebanyak 65,5 ton lebih komoditas perikanan (ikan tuna serta jenis lain) dan pertanian (rempah-rempah dan jenis lainnya) Sulut yang diekspor berhasil menyumbang devisa senilai 232.706 USD atau setara Rp3,23 miliar.

Baca Juga  Koordinasi Haji, Egeten Temui Wakil Bupati Minahasa Selatan

Pengiriman komoditas ini dikirim ke Jepang lewat ekspor langsung yang terbagi dalam empat penerbangan.

Penerbangan pertama (06/01) seberat 31.571 kilogram dengan devisa sebesar (USD) 63,494.95, kedua (13/01) seberat 5.672,70 kilogram dengan (USD) 49,687.17, kemudian penerbangan ketiga (20/01) tonase 16.351 kilogram dengan devisa (USD) 50 67,907.25 serta penerbangan keempat (27/01) tonase 11.917,30 kilogram dengan devisa mencapai (USD) 51,616.65.

Ekspor komoditas Sulut secara langsung dari Manado ke Jepang menggunakan maskapai Garuda Indonesia merupakan langkah nyata pemerintah bersinergi dengan industri pengolahan, pemangku kepentingan, instansi vertikal serta maskapai penerbangan untuk mendistribusikan komoditi perikanan serta komoditi lainnya ke negara tujuan secara langsung.

Baca Juga  Pendaftaran Balon Ketua KNPI Kotamobagu Dibuka, Ini Syarat Yang Harus Dipenuhi

Harapannya, menurut Gubernur, akan mengurangi biaya transportasi serta mutu yang tetap terjaga.

Sebelumnya, ekspor komoditas Sulut masih melalui pelabuhan udara di Jakarta atau Surabaya padahal negara yang menjadi tujuan ekspor adalah Jepang yang secara geografis lebih dekat Manado dibanding dari Jakarta/Surabaya sehingga tidak efisien.

Hal ini juga menyebabkan tingginya biaya logistik dan lamanya waktu pengiriman karena harus transit 24-30 jam sehingga harga produk di pasar luar negeri menjadi mahal dan kualitas barang turun, padahal komoditas perikanan membutuhkan kondisi segar saat tiba di negara tujuan.

Baca Juga  Torino Menang Atas Cagliari 1-0

Olly optimistis terobosan ini akan memberikan pengaruh yang baik dalam pembangunan sektor kemaritiman dan perekonomian di daerah Bumi Nyiur Melambai dan menjadikan Sulut maju dan sejahtera sebagai pintu gerbang Indonesia ke Asia Pasifik seperti visi kepemimpinannya bersama Wagub Kandouw di periode 2021-2024.

“Semoga ini berjalan terus sehingga bermanfaat banyak bagi masyarakat Sulut dan sekitarnya, lebih khususnya tentunya bermanfaat bagi NKRI karena terbuka pintu baru untuk ekspor keluar daerah di luar dari yang sudah ada selama ini, semoga Tuhan memberkati kita semua,” kata Gubernur Dondokambey. (*/cr6)

Sumber: Manado.antaranews.com

Komentar

News Feed