MANADO, MediaManado.com – Wakil Gubernur Sulut Drs Steven OE Kandouw mengatakan, kebudayaan sebagai kekayaan milik daerah, patut diangkat dan dilestarikan keberadaannya termasuk nilai-nilai yang terkandung di dalam kebudayaan itu sendiri.
“Karena manusia tanpa budaya bagai kapal tanpa kompas. Sehingga setiap orang patut mengingat, menggali dan mengetahui akar budayanya,” kata Wagub Kandouw saat membuka Lomba Kolintang dan Vokalia yang digelar Kerukunan Keluarga Sulut Indonesia (K2SI) di Auditorium Mapalus Kantor Gubernur, Kamis (17/09/2020).
Untuk itu, Wagub Kandouw atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Gubernur Olly Dondokambey SE, memberi apresiasi atas kegiatan Lomba Kolintang dan Vokalia yang digelar K2SI. Apalagi para pengurus K2SI yang menetap di Surabaya, datang ke Sulut untuk ikut menyemarakkan HUT ke-56 Provinsi Sulut.
Apalagi, kata Wagub Kandouw, K2SI selaku penyelenggara Lomba, menginisiasi bahkan membiayai secara murni kegiatan ini.
“Kegiatan K2SI ini turut memberi kontribusi atas pelestarian seni dan budaya Sulawesi Utara. Dengan inisiasi dan murni biaya sendiri, K2SI membuat acara ini. Ini patut diapresiasi. Apalagi pada tanggal 23 September 2020, Provinsi Sulawesi Utara akan merayakan HUT ke-56. Mari kita terus lestarikan kebudayaan daerah kita Sulawesi Utara,” ujar Wagub Kandouw.

Ia juga mengajak para peserta lomba untuk menunjukkan kreativitas yang dimiliki sekaligus mengajak masyarakat memberi support pada para peserta lomba yang didominasi anak dan remaja.
“Mari tunjukan kreativitas anda, tunjukan hasil latihan yang selama ini dipersiapkan pada pembimbing, sekaligus mari memberi support pada anak-anak untuk selalu berikhtiar menjadi pemenang, paralel dengan kejujuran untuk menilai bahwa orang lain lebih baik dari kita,” tutup Wagub Kandouw.
Sementara Ketua Umum K2SI Febe Frida Enoch SH mengatakan, lomba yang bertema ‘Mengangkat dan Melestarikan Budaya Sulut’ bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai budaya sebagai jati diri pada generasi muda Sulut agar mereka memiliki karakteristik manusi yabg berbudaya di masa depan.
“Alat musik tradisional Kolintang yang kini menjadi kekayaan daerah Sulawesi Utara, merupakan warisan budaya Indonesia, berhak dan layak mendapatkan pengakuan UNESCO. Kita patut lestarikan Kolintang, termasuk nilai budaya daerah kita di Sulut,” kata Ketum Febe Enoch.
Ia menambahkan, mengangkat nilai-nilai budaya dan melestarikan seni budaya daerah patut dilakukan. Karena kekuatan Sulawesi Utara ada juga pada budaya, sehingga Kebhinekaan menjadi perekat masyarakat menuju Sulut yang maju dan berbudaya.
“Sehingga Lomba Kolintang dan Vokalia yang kami buat merupakan bagian dari partisipasi K2SI dalam mengangkat dan melestarikan kebudayaan Sulut. Kolintan bukan sekedar tontonan, tapi juga tuntunan filosofi kehidupan masyarakat Sulut, dimanapun mereka berada,” ujar Ibu Poppy, sapaan akrab Febe Enoch.
Diketahui, Lomba Kolintang dan Vokalia yang digelar K2SI di masa Pandemi Covid-19 ini dalam rangka memeriahkan HUT ke-56 Provinsi Sulawesi Utara. Iven menarik ini telah dibuka Wagub Kandouw hari ini, Kamis (17/09/2020) dan berlangsung hingga tanggal 19 September 2020. Total hadiah yang disiapkan penyelenggara lomba sebesar Rp 100 juta.
Peserta Lomba Kolintang dibagi dalam 2 kategori, yakni; Kategori SD, SMP/sederajat dan Kategori SMA/SMK/sederajat, Mahasiswa dan Umum. Selain itu ada juga Lomba Vokalia Umum. (Ferry)












Komentar