oleh

LSM MJKS Sebut, Pengadaan Mobil PCR Pemkot Manado Seharga Rp 8,7 Miliar Diduga Ada “Kongkalingkong”

Stenly Towoliu SH

Manado – Satu persatu kebobrokan pengelolaan proyek berbandrol miliaran rupiah di Kota Manado, terus Diplototi oleh para pengiat anti Korupsi di Sulawesi Utara.

Itu mereka lakukan, karena sebagian besar pengadaan proyek di Kota Manado tidak sesuai yang diharapkan oleh masyarakat. Apalagi didalamnya, kuat dugaan ada permainan Kongkalingkong antara pihak pemerintah (Instansi tehknis) dan pihak kontraktor.

Buktinya, Mobil Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dibeli oleh Pemerintah Kota lewat instansi tehknis yakni, Dinas Kesehatan tahun anggaran 2020 seharga Rp 8,7 Miliar kuat dugaan banyak terjadi kongkalingkong.

Fenomena ganjil inipun mendapat reaksi keras dari sejumlah LSM yang kompetensinya sudah tak perlu diragukan lagi dalam memberantas kasus kasus dugaan korupsi di Sulut.

Mobil yang digunakan untuk menekan kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), milik Pemerintah Kota (Pemkot) memang bertujuan untuk mempercepat penanganan Covid-19 di Kota Manado. Namun disisi lain, harganya terbilang melambung tinggi, kalau dibandingkan dengan harga mobil PCR Pemprov Sulut yang hanya Rp 4,2 Miliar.

BACA JUGA:  Polres Sangihe Jalin Sinergi Dengan Bank BNI dan BRI

Menurut Ketua LSM-Masyarakat Jejaring Anti Korupsi di Sulawesi Utara (MJKS) ,Stenly Towoliu SH, kami menduga didalam pengadaan mobil PCR ini, ada permainan KONGKALINGKONG antara KONTRAKTOR dan dari pihak DINAS KESEHATAN. Dimana, kalau kita amati dari jenis dan spek mobil sama dengan milik Pemerintah Provinsi, koq kenapa harganya melambung tinggi sekali. Ini ada apa ?

“Jenis mobil dan speknya sama, tapi harganya jauh berbeda. Dan ini patut kami pertanyakan sebab kuat dugaan ini ada permainan KONGKALINGKONG dengan instansi tehknis,” koar Towoliu.

Lebih jauh kata pria yang terkenal membongkar KASUS PEMECAH OMBAK LIKUPANG di KABUPATEN MINAHASA UTARA ini sehingga telah menyeret beberapa pejabat penting sampai ke jeruji besi ini, kuat dugaan kami ada permainan antara pihak INSTANSI TEHKNIS DINAS KESEHATAN dan KONTRAKTOR sebab setahu kami anggaran itu hanya disusun oleh dinas itu sendiri.

BACA JUGA:  Perjalanan KA Jarak Jauh Daop 1 Jakarta Beroperasi Sesuai Jadwal

” Kami LSM-MJKS akan terus memplototi dan membongkar pengadaan proyek mobil PCR, karena ini penuh dengan kejanggalan,” tegas mantan Jurnalis Pacific TV yang dikenal berani membongkar kasus kasus besar di Sulawesi Utara ini.

Saat disinggung ,Pemerintah Kota Manado telah mendapat predikat Opini WTP 2020 ? lelaki yang poenya ciri khas tersendiri inipun menegaskan, silahkan Pemerintah Kota meraih predikat Opini WTP, tapi kalau fakta dilapangan menyebutkan adanya dugaan permainan KONGKALINGKONG anggaran maka proses hukum akan terus berjalan.

“Contohnya saja, kasus dugaan korupsi proyek Insenerator di DLH, setahu kami sudah empat mesin insenerator disita Kejaksaan Negeri bahkan otak pelakunya pun akan segera ditetapkan ,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Pemimpin Morut Bergeser ke Tangan Plh Musda Guntur

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Dr Ivan Marthen, saat dikonfirmasi media online ini mengatakan, setahu kami semua kegiatan sudah diperiksa oleh BPK. Dan kita sudah mendapatkan opini WTP.

“Depe PPTK mobil PCR ada pa ibu Sekretaris Dinas, konfirmasi langsung pa dia,” kata Marthen. Rabu (05/05/2021).

Sementara itu ,Sekretaris Dinas Kesehatan Dr Marini Kapojos mengatakan bahwa mobil PCR itu sudah digunakan untuk percepatan penanganan Covid-19 di Kota Manado. “Semua torang sudah diperiksa oleh BPK,” kata dr Marini

Sementara itu pengadaan mobil PCR juga terpantau diback up oleh Tim Pendamping Pengadaan Barang dan Jasa, Inspektur Kota Manado, BPKP Perwakilan Sulut, Kejaksaan Tinggi Sulut dan Kejaksaan Negeri Manado. (Ivan)

Komentar

News Feed