oleh

Penguburan Covid-19 di Binjeita Satu Gaduh

Bolmut, Sulut.siberindo.co – Pihak keluarga dari almarhumah YM (40 tahun) berdampak Covid-19 tidak menerima hasil swab tes dari Satgas Covid-19 Kabupaten Gorontalo, karena terjadinya simpang siur informasi dari pihak medis RSUP Ainun Habibie. Rabu (06/01/2021).
Menurut keterangan Sofian Mokoginta, SKM, Kabid Pelayanan Kesehatan (Pelkes) Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) mengungkapkan terjadinya peristiwa kegaduhan karena pihak keluarga menolak pelaksanaan protap Covid-19.
Menurut keterangan Febrianto Lumuto, SKM, Kabid Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Bolmut, prosesi pemakaman almarhum tetap dijalankan sesuai fardhu kifayah, namun protap terhadap pihak keluarga termasuk yang memandikan jenasah akan di rapid tes.
Kapolsek Bolangitang Iptu Herdi Manampiring, SH menyatakan terjadinya kegaduhan setelah tibanya jenasah almarhumah, pihak keluarga menolak pemakaman standar protap Covid-19 dari pihak Dinkes Bolmut. Terlihat jenasah tidak dimasukkan dalam peti dan terdengar tangisan histeris menolak dari Satgas Covid-19 Bolmut.
“Kami sudah berusaha bermusyawarah dengan pihak keluarga, termasuk Camat Bolangitang Timur Suharto Londa, Banbinsa Bolangitang Timur Serda Inf. Ismail dan pemangku adat. Tapi pihak keluarga bersikeras untuk melaksanakan fardhu kifayah dengan memandikan jenasah almarhumah”, ungkap Kapolsek Bolangitang.
Ditambahkannya, prosesi pemakaman diantar langsung ke pekuburan keluarga, tetap kita kawal. Situasi sudah dapat terkendali dan kondusif. (/Gandhi Goma).

Komentar

News Feed